Rina Gunawan, Si Tukang Penipu di Balik Pesta Pernikahan Terindah

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

TABLOIDBINTANG. COM   –  Tak sedikit artis yang banting setir melakoni bisnis dalam kala karier keartisannya mulai memudar. Namun hanya sedikit yang sanggup bertahan. Utama dari yang sedikit tersebut tersebutlah Rina Gunawan. Hebatnya, kiprah perbisnisan istri aktor Teddy Syach ini nyatanya tak sekadar bertahan, akan tetapi juga berkembang hingga menyentuh titik kemapanan usaha.

Rina Gunawani menjalani bisnis di bidang jasa EO/WO ( event organizer/wedding organizer ) yang agenda berdirinya bertepatan dengan agenda kelahirannya, 28 Juni 2000, dan diberi nama Rina Gunawan EO/WO setelah sebelumnya bernama 19HN. Sebuah usaha di luar bidang keartisan yang sedikit-banyak melunturkan imejnya sebagai penampil. Tidak terdengar kiprahnya sekarang ini jalan itu sebagai penyanyi, pesinetron atau pun presenter. Hanya lewat iklan sebuah buatan pelembut pakaian sosoknya masih bisa disaksikan publik. Selebihnya, ia lebih banyak bergerilya dan “main di belakang” untuk kemudian… surprise, berakhir sebagai tukang sulap dalam balik keindahan dan terwujudnya mimpi orang. Beberapa pesta yang dikreatori Rina Gunawan adalah pesta pernikahan bagian Christian Sugiono dan Tita Kamal serta Bunga Cermin Lestari – Ashraff Sinclair.  

Berikut adalah fragmen wanawancara Rina Gunawan secara Tabloid Bintang Indonesia menimpa kiprahnya di  EO/WO di beberapa tahun silam.  

Rina Gunawan (Instagram)

Bagaimana mulanya bisa terjun di bisnis ini?  
Sebelumnya saya cuma sering memperhatikan teman-teman artis seperti Inggrid Widjanarko, Adrie Subono, atau Jay Subijakto yang berprofesi jadi stage director atau show director. Mereka para pelaku belakang layar yang lulus dan selalu bekerja penuh semangat serta mengandalkan kreativitas. Waktu itu aku berimajinasi, kapan ya bisa bagaikan mereka? Lalu aku menghadiri pesta ulang tahun Dede Yusuf 8 tahun lalu dan kebetulan aku bersandar bersebelahan dengan Kris Dayanti. Dari obrolan-obrolan ringan soal perayaan pesta, Yanti tiba-tiba minta aku membuatkan pesta ulang tahun anaknya. Awalnya aku menolak, karena tak pernah mengerjakan hal tersebut. Tapi karena Yanti terlihat serius banget, aku dapat. Aku hanya learning by doing-lah istilahnya. Jalani sekadar.

Apa sih dengan menjadi trademark EO/WO Teteh?  
  Lebih kepada acaranya. Awak menghindari kemonotan. Aku tetap mengusahakan perbedaan dalam mengurusi event pernikahan, agar bagi klien menjadi kenangan cakap yang sifatnya personal.  

Apa prinsip-prinsip transendental EO/WO Teteh?
Merancang pernikahan itu kudu mendetail, yang mencakup prosesi akad nikah hingga pestanya. Penjadwalan yang teratur pokok yang sangat penting. Periode konseling sebelum menikah lengah satu jadwal wajib dengan harus dijalani pasangan. Awak menjadi bagian dari rumpun mereka, yang menjembatani hubungan antara kedua keluarga apalagi menyangkut masalah keuangan. Kejadian yang sangat sensitif buat dibicarakan. Terkadang kedua suku merasa malu mengungkap perkiraan yang mereka miliki. Tentu saja hal semacam tersebut menjadi kendala. Namun meniti perantara WO, pembicaraan menimpa masalah itu lebih terkuak.  

Begitu intens peranan Teteh, menggunakan pertolongan WO mahal dong?
Aku ingin menghasilkan semua orang mengerti, peran WO disini meng-organize, menyusun segala sesuatunya di di dalam penyelenggaraan pernikahan. Tujuannya menolong pasangan dan keluarganya menghadapi saat-saat bersejarah dan terindah namun terkadang merepotkan. Perkara katering, dekorasi, termasuk perkara anggaran menjadi tugas WO untuk menuntaskannya agar penggunaannya efisien dan efektif. Kami juga bertugas meredam dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan terjadi serta berpotensi merusak suasana pernikahan yang indah dan sakral. Jadi, jangan pernah menghargai menggunakan jasa WO itu sekadar mahalnya saja.  

Bagaimana Teteh memaknai pekerjaan ini?  
Sebuah kebahagiaan. Masa ada klien yang bersuara, “Aduuh, Teh Rina, acaranya bagus banget, ” dan mereka mengucapkannya dengan lengkap rasa haru gembira, itu kebahagiaan buat saya.  

Tapi ada dukanya juga, ‘kan?
Dukanya, kami bertemu dengan berbagai macam orang, dengan berbagai karakternya pula dengan tidak semuanya menyenangkan. Awak harus mempunyai jantung yang sangat banyak dan harus sanggup sabar, dalam tafsiran kuat menghadapi makian & cacian orang. Dari grogi takut tidak ada tamu yang datang, khawatir sasaran kurang dan sebagainya, mendaulat tensi demikian meningkat. & reaksi orang benar-benar beda. Kalau kami mendapatkan klien yang sabar dan mempercayakan apa pun hasil kerja kami, alhamdulillah. Sebaliknya, kala bertemu klien yang apalagi sanggup membuat kami menangis di kamar mandi, kudu tetap disyukuri sebagai suatu pembelajaran. Yang pasti kudu tetap keluar lagi di hadapan klien dengan senyuman. Itu paling penting!  

Bagaimana cara Teteh membagi waktu antara order dan keluarga?
Aku agak heran penuh orang menyebut aku sangat-sangat sibuk. Sebenarnya enggak lho! Ada manajemen yang menyusun waktu, terutama terkait agenda bertemu klien. Dalam seminggu ada tujuh hari, aku pakai untuk bekerja sekitar 5-6 harinya untuk bersemuka klien. Itu pun saya lakukan selesai mengurusi kebutuhan rumah tangga. Aku seorang istri dan ibu secara dua anak. Jadi pada setiap pagi aku mengurusi itu dari sarapan, meluangkan zaman untuk berbincang-bincang sampai melengkapi keperluan aktivitas mereka hari itu hingga mereka lari menuju kesibukan masing-masing, barulah aku pergi ke dewan. Aku bekerja sesuai rancangan yang telah diatur. Ego pakai sistem kantor umum, 9 to 5. Jam lima berarti aku mampu pulang sebelum malam, sekaligus tepat saat anak-anak wujud dari tidur siang.  

Jadi keahlian organizing terpakai juga buat kehidupan Teteh secara keseluruhan?
Ya, itu benar sekali. Aku yakin siapa pun bisa jika sungguh ada niat mengatur masa kerjanya agar tidak memusingkan kewajiban mengurusi rumah nikah. Jadi sebenarnya kalau kita bekerja, 9 to 5 itu enak banget. Tidak ada alasan bagi kelompok perempuan yang bekerja untuk bilang capek karena sudah bersakitsakit lantas mengabaikan sendi tangganya. Niat bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, akan tetapi sangat disayangkan ketika kembali ke rumah malah mengabaikan anak-anak dari segi kasih sayang. Bisa-bisa mereka malah lebih akrab dengan para-para pengasuhnya.  

Keterlibatan Mas Teddy, ada tidak?
Dia tak terlibat langsung di bisnis ini namun keberadaannya sangat membantu sebagai teman sharing. Di saat aku mentok, Teddy yang membantu awak menemukan jalan keluar.  

Terbayang tidak sebelumnya akan mencapai posisi bagaikan sekarang?
Serupa sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Ternyata mengasyikan. Aku juga dapat belajar banyak. Melalui pekerjaan ini pun beta bisa menjalin tali silaturahim dengan banyak orang dan banyak keluarga baru.  

Kangen enggak secara dunia entertainment?
Kalau mau dibilang rindu sih, iya kangen. Tapi syukurnya aku masih berada di lingkungan entertainment. Sedang ngemsi juga, masih kala berhadapan dengan kamera pula. Jadi masih bisa merasakan juga tampil di depan publik walau tidak sungguh-sungguh heboh. Ya, disesuaikan serupa dengan keadaan saya saat ini ini yang sudah berkeluarga dan memiliki anak-anak. Prioritasnya beda.  

Related Post