enam Alasan Mengapa Memiliki Satu Saudara Saja Tak Cukup di Leler Dewasa

enam Alasan Mengapa Memiliki Satu Saudara Saja Tak Cukup di Leler Dewasa

TABLOIDBINTANG. COM   –  Saat berumur muda dan banyak menghabiskan waktu bersama teman – teman, mempunyai satu   sahabat yang benar – benar dekat dan bisa diandalkan menjadi yang utama.   Ada semacam simbol status kalau memiliki BFF (Best-Friend-Forever) atau utama orang sahabat terdekat itu keren. Saat itu, Anda mungkin tidak peduli untuk memperluas lingkaran pertemanan Anda jauh melampaui pertemanan secara si BFF tunggal itu.

Tapi sejenis Anda mencapai usia dewasa, Anda mulai merasa sekarang saatnya buat merasa memiliki lebih dari utama teman dekat dan merasa memiliki hubungan persahabatan yang tidak cuma sekadar ‘saling memiliki’ dan silaturahmi yang menonjolkan ‘status’ semata.

Anda menyadari bahwa Anda benar-benar bisa memiliki lebih dari satu orang sahabat  yang bisa melihat sisi terburuk Anda dan di saat bersamaan hanya menginginkan yang terbaik buat Anda. Berikut ini enam kausa mengapa memiliki satu orang teman terdekat di masa dewasa adalah hal yang tidak mungkin terjadi.

1. Memiliki banyak sahabat bukan berarti memiliki hubungan dengan lemah dan tidak mendalam

Kemahiran multi-tasking Anda tidak hanya berlaku di tempat kerja atau dalam rumah. Memiliki sekelompok sahabat depan bisa membuat Anda sibuk akan tetapi itu benar-benar mungkin dilakukan & sangat menyenangkan!

2. Anda telah tumbuh dewasa

Setelah dewasa, Anda semakin tidak punya keinginan menetapkan satu dua orang sebagai tersebut “sahabatku, ” “BFF saya, ” ” atau apa pun. Jadi orang yang sudah dewasa, Kamu tidak lagi menjustifikasi hubungan mendalam Anda dengan teman Anda & merasa tidak perlu memberi cakap hubungan Anda.

3. Tidak tersedia batasan jumlah teman terbaik yang bisa dimiliki seseorang

Jika seseorang menggunakan kata “terbaik” untuk menggambarkan posisi Anda pada hierarki teman mereka, kemungkinan besar Anda tidak satu-satunya “terbaik” dalam kehidupan itu. Dan bahkan jika mereka melakukannya, mengharapkan seseorang untuk menilai karakter lain di atas orang asing dalam kehidupan mereka menunjukkan bahwa harus ada persaingan di antara teman-teman, yang sebetulnya: duh ini bukan sekolah menengah, lo!

4. Sahabat sejati tidak terganggu sebab “titel” yang Anda berikan

Serius, mereka tidak peduli dengan kepala “sahabat”. Ini hanya berlaku untuk anak-anak usia sembilan tahun. Bila semua itu dikatakan dan dikerjakan, apakah teman sejati (terbaik atau tidak) dengan jujur memperhatikan dua kata ini? Mungkin tidak.

Tindakan bertambah jauh daripada sekadar titel, serta sebagai salah satu dari banyak BFF Anda, mereka seharusnya telah tahu seberapa besar Anda menghargai mereka tanpa perlu Anda beri tahu.

5. Terkadang BFF sendiri saja tidak cukup

Bagi Kamu yang bersikeras hanya memiliki utama sahabat, itu cukup luar pelik jika dikaitkan dengan bagaimana Kamu menangani krisis saat keluarga atau pasangan Anda tidak ada.

enam. Gagasan “satu BFF” terdengar pencemburu

Siapa sih yang tidak sering ketika orang-orang yang mencintai kita mengungkapkan betapa mereka peduli kepada kita? Tapi tidak ada yang lebih buruk daripada sahabat  yang harus merasa memiliki hak ala kadarnya dan akses terhadap segala objek yang ada di kehidupan Anda. Dan Begitu pula sebaliknya. Ia bukan milik Anda dan Kamu bukan miliknya.

Rekomendasi

Related Post