Budak Sering Dibentak, Kesehatan Mentalnya Mampu Terganggu

Budak Sering Dibentak, Kesehatan Mentalnya Mampu Terganggu

Ada saja tingkah anak-anak yang membuat jengkel hingga tanpa disadari nada bicara Anda melengking. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Ada saja tingkah anak-anak yang membuat jengkel hingga tanpa disadari nada bicara Anda melengking. Bahkan, membentak untuk menghentikan kenakalan anak. Bu, ada sejumlah fakta penting yang sebaiknya Anda indahkan sebelum mempersering frekuensi teriakan untuk si bahan hati.

Nada Bicara Meninggi, Respek Merendah

“Pekerjaan nomor satu Kamu sebagai orangtua, selain memastikan keselamatan anak, adalah mengendalikan emosi, ” imbau psikolog lulusan Universitas Columbia, Laura Markham, Ph. D, yang juga menulis buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Berhenti Yelling and Start Connecting. Sungguh, berteriak-teriak kepada anak tak hendak menyelesaikan masalah. Malah, menimbulkan perkara baru di kemudian hari.

Anak-anak sangat bergantung kepada orangtua dalam belajar. Jika kemarahan diasosiasikan secara teriakan, anak akan menganggap berteriak hal yang lumrah. Kemudian, perilaku anak kelak akan merefleksikan teriakan itu. Selain itu, bicara secara berteriak dan membentak membuat suruhan yang ingin Anda sampaikan menjelma tidak jelas. Anak anak tidak mau menangkap pesan di balik teriakan. Sebaliknya, Anda semakin kesulitan mendisiplinkan mereka mengingat setiap kali Anda meninggikan
nada bicara, respek anak terhadap Anda menurun.

Dalam menuntut yang dilakukan di Universitas Kesehatan tubuh Nasional di Bethesda, Maryland, AS, dikatakan bahwa berteriak membuat anak lebih agresif, baik secara wujud maupun verbal. Berteriak, apa pula konteksnya, merupakan ekspresi kemarahan. Tersebut menakutkan bagi anak, membuat mereka merasa tidak aman. Dan dengan tak penting, menjatuhkan harga muncul mereka.

Dampak jangka panjangnya, anak dengan sering mendengarkan teriakan bisa tersentuh gangguan kesehatan mental seperti kebingungan berlebihan, rendah diri, dan lebih agresif. Selain itu, anak-anak menjelma lebih rentan terhadap tindak perundungan karena pemahaman mereka tentang batasan dan harga diri amat kecil. Bu, teriakan Anda buat jiwa kecil tidak hanya memantik hasil jangka panjang.

Kelembutan dan Efek Jera

Nada tinggi yang tersedia lantunkan untuk mendisiplinkan anak serupa menciptakan efek jangka pendek yang tercermin pada perilaku si pokok hati, antara lain:

1. Anak hendak berteriak untuk mendapatkan keinginannya.
2. Saat Anda berteriak, bujang akan melawan bahkan berteriak balik kepada Anda serta segan bicara dengan sopan.
3. Ikatan Anda dan anak tidak tetap karena tidak bisa berkomunikasi dengan sehat.
4. Bisa oleh karena itu, mereka menarik diri dari Anda dan menjadi lebih terpengaruh secara lingkungan sekitarnya.

Sebaliknya, kelembutan memberi ketentraman. Anak merasa diterima serta dicintai. Ketika mereka melakukan hal buruk, menegur mereka dengan kelembutan malah memberi efek jera yang lebih efektif. Nada bicara lembut mendirikan pesan yang disampaikan terdengar lebih jelas, komunikasi lebih
efektif, dan menguatkan hubungan emosi orangtua dan anak.

Ketika anak merasa aman dan dicintai tanpa syarat, akan lebih mudah bagi orangtua buat mendisiplinkan mereka. “Anak-anak akan bertambah terbuka dengan dialog dan mendengarkan sebelum konflik berkembang menjadi adegan penuh teriakan dan amarah, ” papar dokter spesialis anak dari Rumah
Sakit Anak Wisconsin, AS, Laura Marusinec, MD.

Anak-anak dasar sering berlaku buruk. Itu arah dari proses tumbuh kembang itu. Tugas Anda, memberikan pemahaman mana yang baik dan buruk dengan lembut, jelas, serta tidak menyinggung hati mereka. Tapi sesabar-sabarnya orangtua, sesekali tentu lepas kontrol berantakan berteriak. Jika terlanjur terjadi, barang apa yang harus dilakukan orangtua?

Ketika status sudah terkendali, dekati anak berserakan minta maaf. Jelaskan bahwa Anda tidak bisa mengendalikan emosi. Katakan padanya dalam situasi apa pula, berteriak bukan cara berkomunikasi dengan baik. Tidak perlu malu buat berkata, “Maaf, karena ibu sudah berteriak-teriak tadi. Ibu salah, sebab sudah berteriak-teriak. Lain kali, tidak akan ibu lakukan lagi. ” Dengan begitu anak belajar seluruh orang bisa melakukan kesalahan. Karenanya, mereka patut minta maaf. Minus teriakan dan marah-marah,
ibadah puasa Anda akan berjalan lebih khusyuk.  

Rekomendasi

Related Post