5 Jenis Perselingkuhan dan Cara Mengatasinya

5 Jenis Perselingkuhan dan Cara Mengatasinya

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Serong (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  MELIHAT makin banyak perkawinan yang roboh karena perselingkuhan, kita mampu simpulkan betapa di masa baru yang diselubungi kepalsuan ini orang masih memprioritaskan kesetiaan. Orang belum (dan mungkin tak akan bisa) menghadapi ketidaksetiaan pasangan dengan nyaman. Menurut Emily Brown, Direktur Key Bridge Therapy and Mediation Center di Arlington, Virginia, perselingkuhan satu diantara pengalaman paling pedih yang dihadapi suami-istri. Bagi para konselor, pengkhianatan termasuk salah satu tantangan terbesar dalam bidang keahlian mereka. Affair dianggap tantangan besar karena sarat tidak hanya oleh emosi dengan intens, tapi juga romantisme, moralitas, dan bahkan mitos.  

Berseberangan secara opini umum, demikian Brown, syahwat bukanlah segala-galanya dalam   pengkhianatan. Kalau hanya ingin mengecap kegembiraan seks, orang tak perlu sampai berselingkuh. Perasaan tersiksa, takut, & keinginan untuk terus merasa hidup justru   pendorong yang lebih hebat bagi lahirnya penyelewengan.   Kompleksnya perselingkuhan bisa diamati dari reaksi orang begitu tahu pasangannya tidak setia. Diutarakan oleh Harriet Lerner Ph. D, psikoterapis & psikolog klinis di Klinik Menninger di Topeka, Kansas, paling kurang ada 3 reaksi khas dengan diperlihatkan orang yang dikhianati. Satu, menyangkal (“Suami/istriku tak pernah gandrung dengan wanita lain”). Dua, malu dan mengucilkan diri (“Aku tidak ingin orang lain tahu suami/istriku sampai hati berkhianat”), atau mengacaukan diri sendiri (“Salah apa hamba sampai ia harus mencari wanita/pria   lain? “). Kata Lerner, banyak diantara kita yang lebih senang menindas diri dengan rasa takut serta fantasi mengenai pengkhianatan itu ketimbang menanyakan langsung mengenai detilnya dalam pasangan.   Akibatnya, rumah tangga bisa karam sama sekali, meski penyelewengannya tergolong ringan.  

Sebelum pandangan lebih jauh mengenai bagaimana bertemu perselingkuhan yang dilakukan pasangan, perlu terlebih dulu mengenal jenis-jenisnya.  

TIPE-TIPE PERSELINGKUHAN

1. Perselingkuhan untuk Menghindari Konflik

Pelaku tipe perselingkuhan ini terbiasa jadi pribadi yang manis. Mereka tak punya nyali untuk menyelesaikan konflik, sebab ngerasa akan kehilangan kendali. Ketimbang mengkonfrontasi problem dengan pasangan, mereka menghindar. Lambat-laun aksi menghindar akan mempertajam perbedaan dan lalu menggerogoti pernikahan. Affair ini   bisa dilakukan kedua pihak. Perlu contoh? Tontonlah film Bridges of Madison County yang dimainkan Clint Eastwood dan Meryl Streep.  

2. Pengkhianatan untuk Mengelak dari Keintiman

Di buku Intimate Terrorism, Michael Miller menguraikan bagaimana seorang yang cabar pada keintiman suka menyakiti orang yang dicintainya lebih dari dia menyakiti orang yang ia tidak pedulikan. Para pengelak keintiman sesuai yang dijelaskan Miller panik separuh mati bila hubungannya dengan pasangan berkembang lebih intim dari dengan ia (berani) harapkan. Untuk mengusir panik, mereka membangun dinding wasit setinggi-tingginya. Jadi, segala macam percekcokan dan perselingkuhan cuma menambah jumlah dinding pemisah. Benteng itu langsung membuat hubungan emosional mereka cuma terdiri dari konflik yang tajam dan frekuen. Kondisi ini acap kala mendorong suami-istri terlibat affair. Bagian seperti ini kebalikan tipe Penghindar Konflik. Contohnya perselingkuhan Eric Clapton dengan Lori Del Santo saat menikah dengan Pattie Boyd, perempuan yang direbutnya dari tangan sahabatnya sendiri, mendiang George Harrison.  

3. Perselingkuhan Si Pecandu Syahwat

Seperti alkohol dan narkoba, syahwat bisa bikin kecanduan. Penderita keanehan ini menggunakan seks berkali-kali buat membuat mereka kebal dari mengalami sepi dan pedih. Lebih penuh suami yang berselingkuh karena kecanduan seks dibandingkan istri.   Kasus perselingkuhan serial yang dilakukan Bill Clinton oleh seorang seksolog dikategorikan dalam tipe ini.

4. Pengkhianatan Orang yang Terbelah

Ada pasangan   yang berniat membangun vila tangga dengan benar. Mereka sudah mengorbankan perasaan dan keinginan karakter   demi terpeliharanya perkawinan serta kepuasan pasangan. Pengorbanannya kadang sekali besar, membuat mereka terhimpit dan lalu mencari celah untuk bisa bebas dari segala tuntutan. Mulailah hati mereka terbelah. Bila terlibat affair, mereka melakukannya dengan khusyuk, dalam waktu lama, dan menggebu-gebu.   Hati dan pikiran mereka terbelah dua: menyelamatkan rumah nikah atau pergi pada kekasih suram. Mereka mengelak dari keterbelahan mental yang lebih serius. Ini penyelewengan khas pria. Namun perkembangan periode bisa membuat wanita melakukannya. Jika mau contoh, tengoklah betapa serius, panjang, dan serunya affair Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles.

5. Perselingkuhan sebagai Pintu Keluar 

Sebenarnya tipe ini tak banyak beda dengan jenis pertama dengan dimaksudkan untuk menghindari konflik. Yang beda, tipe ini bertindak lebih jauh lagi. Situasinya seperti ini: Kepala pihak dalam perkawinan telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan tanpa sepengetahuan pihak lain. Menyatakan niat untuk berpisah mungkin dirasa pedih. Maka affair menjelma jadi peneguhan ataupun pembenaran untuk meninggalkan hubungan periode yang sudah tak diminati. Pasangannya umumnya akan menyalahkan perselingkuhan itu dan bukannya merenungkan bagaimana pernikahan mereka bisa   meredup. Itu juga termasuk affair yang mampu dilakukan kedua pihak.  

Setiap pihak, yang berkhianat maupun yang dikhianati, tak boleh lupa mengenai rumitnya perselingkuhan. Jadi, mereka harus diskriminatif dalam mencari bantuan. Jangan turuti sembarang nasehat, bahkan bila pegari dari orang kepercayaan atau suku yang kepeduliannya tak diragukan. Brown berpesan untuk mengabaikan nasehat dengan lebih banyak menekankan pembalasan menuntut dan pemberian hukuman. Ia lebih menganjurkan untuk mencari bantuan terapis, tokoh agama, mediator, atau cakap hukum, ketimbang penasehat amatir.

MENCARI TERAPIS YANG BAIK

Jasa terapis dibutuhkan masa yang berkhianat atau yang dikhianati: bertekad menyelamatkan perkawinan; merasa kemerosotan atau remuk redam; terus-menerus mempertimbangkan perselingkuhan; tak bisa mengatasi sakit hati, kemarahan, atau rasa bersalah; terlalu marah hingga membahayakan diri sendiri; lelah dan malu karena melompat dari satu perselingkuhan ke perselingkuhan berikutnya; terombang-ambing antara pernikahan dengan affair, merasa hancur karena perkawinan berakhir; atau bingung secara perasaan sendiri.

Hati-hati menghadapi terapis dengan tidak bisa menjaga rahasia, berpihak, menjanjikan affair pasti berakhir (tak satu   terapis pun kuasa menghentikannya, sebab tergantung si pelaku),   berperan sebagai tukang rujuk (padahal tidak semua perkawinan mampu atau perlu diselamatkan setelah affair). Pilihlah terapis yang penuh menggubris, jujur, membantu menguraikan masalah, menyasarkan untuk berubah, mendorong untuk menyusun keputusan sendiri, membantu membuang kelaziman lama dan mencari arah gres, aktif, tidak menghakimi.

Rekomendasi

Related Post